Tanggamus.ZL – Beberapa warga Dusun Bayur Pekon Kotaagung mengeluhkan membengkaknya tagihan PDAM per bulan Januari ini, tak taggung-tanggung, bukan hanya 10% atau 20% namun kenaikan mencapai 700% atau 7x lipat dari tagihan sebelumnya.
Pada bulan oktober tahun 2021 lalu pihak PDAM melakukan pergantian water meter ke beberapa rumah penduduk, ada sekitar 70 kepala keluarga yang dilakukan pergantian water meter, dari ke 70 KK tersebut rata-rata mengeluhkan pembengkakan tagihan setelah pergantian water meter.
Seperti Marhani, warga dusun bayur pekon kotaagung mengaku sangat terkejut atas tagihan yang sangat tinggi, ia mengaku heran karna tagihan sebelum diganti meteran air adalah sebesar Rp. 41.000 sampai Rp. 48.000 namun setelah ada pergantian meteran air sekarang menjadi Rp. 289.000 perbulan januari 2022, jika dipersentase kenaikan mencapai 500%.
“Kaget pak sebelum diganti meteran kemarin bayar cuma Rp. 41.000 sampai Rp. 48.000, lah sekarang setelah diganti meteran malah jadi Rp. 289.000, sedangkan pemakaian air sudah lebih dikontrol, saat malam hari air sdah tidak dihidupkan lagi, dimatikan dari stop keran utama” jelas marhani.
Senada dengan marhani, Nadi merasa keberatan saat mengetahui tagihan PDAM bulan januari ini sebesar Rp. 265.000, menurutnya ini sangat mencekik konsumen dan sangat tidak wajar.
“Kalau begini bukan lagi naik harga tapi sudah pindah harga, namanya pemerasan masyarakat kecil, kita ini bukan kantoran, pemakaian air juga masih wajar, hanya dipakai cuci mandi dan bersih-bersih, saya rasa ada kesalahan dalam pembacaan meteran, atau memang ada permainan oleh pihak PDAM, kalau perbulan sebesar itu saya gk sanggup bayar, sedangkan pembayaran listrik saja gak sampai Rp. 200.000, masa air yang sumber dayanya melimpah bisa segitu mencekik konsumen”. ungkap Nadi.
Sementara dikonfirmasi dikantornya, Risna Intiza. S.H selaku kepala PDAM Kotaagung tidak menyangkal hal tersebut, menurutnya besar tagihan sudah sesuai dengan pemakaian air oleh warga dan sudah tercatat di water meter, bahkan pengakuannya angka tagihan itu sudah diringankan.
“memang benar tagihan itu sudah sesuai dengan meteran, karna angka meteran tidak bisa diatur oleh kita, pemakaian air oleh warga yang harus dikontrol jangan dibuang-buang, pakai seperlunya saja” jelasnya.
Untuk cara penghitungan angka water meterpun menurut Kepala PDAM kotaagung itu sudah sesuai dan tidak ada kesalahan.
“Tidak ada kesalahan di water meter justru itu water meter yang paling bagus yang kita pilih untuk kedepannya, untuk pembacaan oleh petugas juga sudah sesuai tidak ada kesalahan, jadi jangan berpikir kalau kita yang mengatur angka tagihan” ungkap Risna.
Risna melanjutkan, pada bulan oktober lalu memang dilakukan pergantian water meter sekitar 70 KK dikhususkan untuk pekon kotaagung, sedangkan target untuk tahun ini adalah 800 water meter yang akan diganti untuk di Kecamatan Kota agung.
“Memang ada pergantian water meter di pekon Kotaagung, ada 70 KK yang sudah diganti, sementara target tahun ini 800 KK, memang rata-rata semua pada kompline pembayaran yang besar”
Untuk diketahui water meter yang dipasang di 70 KK tersebut bermerk Itron dengan 6 digit angka, 4 digit angka warna hitam dan 2 digit angka warna merah, dan menurut pihak PDAM cara pembacaanya dibaca angka berwarna hitam, sedangkan untuk angka warna merah tidak dibaca, contohnya 0506,86 dibaca 506 M³.
Saat ditelusuri oleh wartawan koran ini, ternyata ada beberapa kejanggalan, seperti pembacaan water meter dan struk/kwitansi pembayaran yang tidak ada keterangan pemakaian air perbulannya, seperti kwitansi sebelumnya pada tahun 2021.
Contoh di salah satu rumah warga angka water meter per tanggal 16 Februari 2022 adalah 0593,66 dan menurut keterangan pihak PDAM dibaca 593 M³, itu artinya jika harga per M³ Rp. 2.500 total adalah Rp. 1.482.500 per 3 bulan, artinya dalam sebulan warga tersebut harus membayar kurang lebih sebesar Rp. 494.000, namun saat di cek dikantor PDAM tagihan bulan Januari hanya sebesar Rp. 265.000 itu artinya nilai tagihan tidak mengikuti angka water meter.
Selanjutnya untuk pemakaian rumahan dari awal pergantian water meter sampai hari ini 16 februari 2022, terhitung 3 bulan dan angka water meter sebesar 0593,66 atau 593 M³ artinya rumah tersebut mengahabiskan sekitar 197 M³ perbulan sama dengan 197.000 liter, angka tersebut dirasa tidak wajar, apalagi menurut keterangan warga semenjak pergantian water meter pemakaian air sudah di kurangi karna takut tagihan mahal.
Wanti, konsumen yang juga merasa keberatan dengan tagihan PDAM bulan ini juga mengaku sangat kualahan jika harus membayar tagihan yang mencapai Rp. 265.000 perbulan.
“Tagihan air sudah kaya keredit motor, Air 1 M³ itu banyak loh, satu bak mandi kami ini lebih, masa 1 bulan kami habiskan 197 M³ kami ini bukan usaha kolam waterboom pak, cuma pakai cuci mandi bersih-bersih saja, coba lihat meteran dan kwitansi pembayaran warga yang water meternya belum diganti, 2 bulan itu cuma habis 15 M³ – 18 M³ dan jelas di kwitansi tertulis, kalau saya lihat kwitansi sekarang tidak ada keterangan pemakaian perbulannya, jadi kami bertanya-tanya” ungkap Wanti saat ditemui dirumahnya. (ind)







Komentar