Tokoh Masyarakat Sebut Pamsimas 2019 di Pekon Menyancang merupakan Proyek Gagal

Krui, (ZL) – Sejak di bangun Pada tahun 2019 silam, Program Pamsimas di Pekon Menyancang terkesan sia-sia dan tidak dapat dirasakan oleh masyarakat setempat, sebab Program yang di kucurkan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui direktorat Jendral Cipta Karya hanya mengalir dua (2) hari saja, itupun saat Uji Coba.

Menyikapi permasalahan ini, Mrahhadin selaku Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat, Pekon (Desa) Menyancang menilai program pamsimas di desanya itu merupakan proyek yang gagal. pasalnya dari sejumlah narasumber masyarakat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengatakan 1 hari pun air bersih itu tidak pernah mengalir apa lagi dipakai.

” kalau memang proyek itu tidak bisa dipakai bearti proyek itu gagal. Apalagi bukan rusak dikarenakan faktor alam berarti proyek ini patut diselidiki, apa salah dalam perencanaan atau salah dalam pelaksanaannya itu yang saat ini perlu di sikapi, bearti pamsimas ini sebuah proyek untuk memanipulasi saja ” Kata Mrahhadin saat di wawancarai oleh Awak Media, senin (31/6/2021).

Sebab bukan tanpa alasan, menurut Mrah sebelum di bangun proyek ini sudah ada TIM teknis dari semua pihak terkait, ” kan sudah jelas sebagai mana dalam segi perencanaan pasti ada perhitungan bahkan pasti ada kajian awal, mulai dari penentuan sumber air dan layak tidaknya air untuk di gunakan, ” Jelasnya.

Sebelum di bangun, Mrah mengatakan bahwa selaku Tokoh masyarakat diri nya tidak pernah dilibatkan dalam musyarawah Rencana Pembangunan ( Musrenbang) terkait akan di bangunnya Pamsimas di desa mereka pada tahun 2019 silam.

” selama kepala desa yang menjabat saya selaku masyarakat menyancang belum pernah diajak musrenbang. bahkan apabila mereka mengerjakan satu (1) proyek, saya lewat saja seakan akan mengawasi pekerjaan mereka dan akhirnya kita selaku masyarakat menjaga supaya tidak salah tafsir. yang jelas bagi saya proyek pengerjaan pamsimas ini gagal,sebagai mana dalam kegagalan proyek tersebut perlu diselidiki baik itu dari perencanaan atau pun dari segi pelaksanaan nya, ”ungkap nya.

terkait proyek ini apakah telah diserah terima kan kepada masyarakat, Mrahhadin mengatakan dari sumber masyarakat di pemangku tanjung agung I, warga tidak pernah merasakan adanya serah terima hasil pengerjaan, “saya pernah konfirmasi dengan Lembaga Himpun Pekon (LHP), tetapi LHP mengatakan menolak Hasil Pekerjaan Proyek itu, ” Tegas Mrahhadin yang juga selaku Tokoh Adat Menyancang.

Dengan adanya Permasalahan Pamsimas ini, Selaku Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat, Mrahhadin berharap semua persoalan ini perlu di ungkap Sejelas-jelasnya dan tentunya ada pertanggungjawaban dari pelaksana Pekerjaan atau Itansi terkait.

” Atas adanya kejadian ini, harus menjadi pembelajaran untuk masyarakat, kalau tidak ada pertanggungjawaban dari yang memimpin Desa di kemudian hari, ya tentunya sebuah Kondisi yang buruk, ” Ucap Dang (Sapaan Mrah).

Mrah berharap permasalahan pamsimas yang gagal ini menjadi contoh pembelajaran agar bantuan yang di kucurkan oleh pemerintah tidak sia-sia, dan benar benar diawasi mulai dari perencanaan dan pelaksanaannya.

” apabila jika ada kesalahan dalam pengerjaan proyek pamsimas ini, tentu nya harus ada pertanggungjawaban dan Sanksi Hukum supaya mendapatkan efek jera. Bila proyek sudah gagal dan dibiarkan atau tidak diberi sanksi hukum maka kedepan kejadian yang sama akan terulang kembali di Pesisir Barat, “Tandasnya. (Fras/AGUS/TIM)

Komentar