LAMPUNG SELATAN, ZL-Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia (Kemenaker-RI) beserta Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke-PT. Indonesia Evergreen Agriculture (IEA) pada kamis (13/8/2020).
Kedatangan kedua instansi tersebut, dikabarkan menindaklanjuti adanya dugaan tindak pidana pelecehan seksual, terhadap Caterin warga Ibu kota DKI Jakarta, yang dalam hal ini diduga dilakukan oleh tenaga asing asal Negara China.
Kasi Penegakan Hukum Disnaker Pemprov Lampung Helmi ADY, membantah jika kedatangan pihaknya beserta Kemenaker-RI ke-perusahaan yang memproduski pengolahan pakan ikan dan udang itu untuk menindaklanjuti kasus dugaan pelecehan seksual.
“Bukan mas, kami kesini hanya melakukan pemeriksaan mengenai Undang-undang ketenaga kerjaan yang sifatnya hanya pengawasan dan pembinaan saja, karena sejak perusahaan berdiri belum pernah dilakukan pemeriksaan,” ujarnya kepada wartawan ketika ditemui saat hendak melaksanakan ibadah sholat Dzuhur di Musollah PT. IEA.
Ketika ditanya sejauh mana proses hukum terkait adanya dugaan pelecehan seksual tersebut, sayangnya Helmi, ADY. Enggan berkomentar banyak. Menurutnya, dugaan kasus pelecehan tersebut, sedang dalam penanganan penyidik Polres Lamsel. “Artinya, kasus ini ranah Polres Lamsel kami tidak bisa masuk terlalu jauh,” tambahnya lagi.
Menyikapi hal ini, General Affair (GA) PT. IEA Hery Harnoto beserta bagian HRD PT. IEA, Hadi Santoso, dihubungi via pesan whatsApp nya meski dalam keadaan aktif namun enggan menjawab.
Sementara itu, informasi yang berhasil dihimpun wartawan, peristiwa dugaan pelecehan seksual tersebut terjadi setahun yang silam, keduanya baik korban, maupun pelaku, saat ini tidak lagi bekerja di perusahaan yang terletak di-Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Desa Bandar dalam, Kecamatan Sidomulyo, Lamsel tersebut.
Pantauan wartawan, kedua instansi tersebut diperkirakan ada sekitar 11 personel, setibanya diperusahaan sekitar pukul 10.00 WIB. langsung masuk kekantor perusahaan dan hingga kini masih melakukan pemeriksaan secara tertutup.
Para wartawan yang hendak mendapatkan informasi terkait kunjungan tersebut, merasa kesulitan lantaran dihalangi anggota pengamanan atau security yang bertugas di PT. IEA. “Maaf mas, perintah pimpinan tidak ada satupun wartawan boleh masuk, disini kami hanya menjalankan tugaas,” tegas Dahlan Zaini, selaku Chief Security PT. IEA kepada para wartawan. (Habibi)









Komentar