Politik Anggaran,Catatan Kecil Akhir Tahun 2020 Tubaba

Tulang bawang barat”ZLKabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Lampung yang berkembang pesat,akan tetapi di akhir tahun 2020 menyisakan sebuah catatan kecil.

Berkat kepemimpinan Bupati Umar Ahmad,SP kalau boleh dikatakan beliau merupakan Bapak Konseptor Bumi ragem sai mangei wawai di sulap sedemikian rupa mulai dari pembangunan yang bersifat religi hingga kesemua lini sehingga banyak wisatawan baik dari dalam maupun luar yang ingin datang ke Tubaba untuk menikmati pesona wisatanya.

Ketika kita melihat Bagaimana mengukur sebuah wilayah kabupaten kota provinsi dapat disebut CLEAN GOVERMENT.Pemerintah yang bersih berwibawa dalam menjalan roda pembangunan (Berbasis APBD APBN) . Apakah dengan ukuran formal klasik melalui cara memperoleh WTP ( wajar tanpa pengecualian. Apakah dengan mendapatkan predikat WTP berulang setiap tahun hingga tak terhitung jumlahnya itu menunjukkan masuk kategori konsep definisi Clean Goverment

Atau dengan cara pendekatan realistas empiris misalkan bahwa dalam menjalani politik anggaran pembangunan berbasis APBD / APBN tersebut tidak terdapat adanya kasus dugaan korupsi sehingga tak pernah ditemukan adanya oknum otoritas birokrasi (ASN atau Kepala daerah) dipenjara karena korupsi sehingga wilayah kabupaten kota provinsi tersebut masuk kategori Clean Goverment – Pemerintahan yang bersih.

Jika parameternya diatas tersebut sebagai definisi hipotesis untuk mengukur konsep Clean Goverment pemerintahan yang bersih berwibawa tanpa perbuatan korupsi disebuah kabupaten kota provinsi maka sesungguhnya kita sedang mengalami penurunan daya nalar kritis tentang perilaku korupsi itu sendiri.

Bagi penulis dua pendekatan tersebut sangat tidaklah relevan untuk saat ini untuk dijadikan model ukuran sebuah kabupaten kota provinsi disebut Clean Goverment berwibawa tanpa prilaku korupsi. Laporan KPK dan Depdagri sejak era otonomi daerah 85 % penjabat daerah terindikasi melakukan perbuatan korupsi padahal setiap tahunnya mereka selalu berulang ulang mendapatkan apa yang dinamakan WTP.

Sebab modus prilaku korupsi sudah begitu canggih pintar melabui aparat penegak hukum atau jangan jangan modus operandi korupsi sudah melibatkan oknum oknum penegak hukum untuk mengedipkan matanya membiarkan itu terjadi. Budaya upeti yang merupakan warisan zaman kerajaan primitif memberi ini itu, pada oknum oknum penjabat masih tumbuh subur hingga kini tujuannya sederhana sebagai tanda saling pengertian melindungi mengamankan jika ada suara suara luar berbicara ( baca : suara publik) tentang korupsi.

( Penulis Ahmad Basri Ketua Kajian Kritis Kebijakan Publik Tubaba untuk pembangunan KKK TP dan Ketua Majelis Hukum dan HAM PDM Tubaba )

Komentar

Berita Terkait