Penulis : Suryadi, S.Sn/Program Pendidikan Profesi Guru (PPG)Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Islam Riau
Pendidikan Seni Budaya Teater untuk Pembangunan Karakter
melalui Keberagaman dan Kreativitas di Sekolah Tingkat SMK / SMA
ZONALAMPUNG.CO – Senin (10/01/2022), Abstrack
Pendidikan Seni Budaya Teater memiliki peran krusial dalam pembangunan karakter siswa di tingkat
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Melalui pendekatan yang
menggabungkan keberagaman dan kreativitas, seni teater dapat menjadi wahana efektif untuk
mengembangkan karakter anak-anak muda. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana
implementasi Pendidikan Seni Budaya Teater dapat meningkatkan pembangunan karakter siswa di
lingkungan pendidikan menengah.
Tilar (dalam Wasisto, dkk. 2005) :berpendapat pendidikan karakter suatu bangsa tidak dapat dipisahkan dengan
karakter dasar yang digunakan sebagai pijakan. Karakter dasar ini merupakan pemandu (guiding) kemana arah
karakter akan dibawa. Penggunaan karakter dasar ini sangat dipengaruhi oleh latar belakangbudaya bangsa yang
bersangkuta. Karakterdasar manusia Indonesia.
Metode penelitian yang digunakan melibatkan observasi kelas, wawancara dengan guru seni, dan analisis hasil
karya siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran teater tidak hanya memberikan pengetahuan
artistik, tetapi juga memainkan peran penting dalam membentuk karakter siswa. Proses kolaboratif di dalam kelas
teater memberikan kesempatan bagi siswa untuk menghargai keberagaman, baik dalam hal bakat individu
maupun latar belakang budaya.
Pendidikan merupakan sebuah proses yang membantu menumbuhkan,mengembangkan, mendewasakan, membuat
yang tidak tertata menjadi semakin tertata,semacam proses penciptaan sebuah kulturdan tata keteraturan dalam diri
maupun dalam diri orang lain. Pendidikan padahakekatnya adalah proses penyempurnaan
diri manusia terus menerus yangberlangsung dari generasi yang satu kegenerasi yang lain (Koesoema A, 2011).
Kreativitas dalam pengembangan pementasan teater mendorong siswa untuk berpikir out-of-the-box,
memecahkan masalah, dan bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama. Siswa belajar untuk menghormati
perbedaan, meningkatkan empati, dan memahami perspektif orang lain melalui interpretasi karakter dan cerita
yang beragam. Selain itu, pengalaman langsung dalam pementasan memberikan ruang bagi siswa untuk
mengembangkan keterampilan interpersonal dan kepemimpinan.
Pendidikan Seni Budaya Teater di SMK/SMA memiliki potensi untuk menjadi landasan pembentukan karakter
siswa yang holistik. Hasil penelitian ini dapat memberikan pandangan berharga bagi para pengambil kebijakan
pendidikan, guru, dan pihak terkait dalam memperkuat peran seni teater sebagai instrumen untuk pembangunan
karakter di tingkat pendidikan menengah.
Sekolah Menengah, baik itu tingkat SMK maupun SMA, adalah tempat di mana pembentukan karakter,
peningkatan pengetahuan, dan pengembangan keterampilan berlangsung secara serius. Seiring dengan itu,
integrasi seni budaya dalam kurikulum menjadi semakin penting. Seni budaya bukan sekadar mata pelajaran
tambahan, tetapi sebuah jendela yang membuka wawasan, merangsang kreativitas, dan memupuk keberagaman
di antara siswa. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi peran dan pentingnya seni budaya di tingkat SMK/SMA
serta bagaimana hal ini dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan siswa.
Pendahuluan
Mengapa Seni Budaya di Sekolah Menengah Penting?
Sekolah Menengah adalah masa-masa pembentukan penting di mana siswa tidak hanya memperoleh
pengetahuan akademis tetapi juga mengasah karakter dan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi
tantangan hidup. Seni budaya, dengan segala ekspresinya, menawarkan pendekatan unik untuk mencapai tujuan
ini.Seni Budaya sebagai Cermin Identitas Lokal dan Nasional
Seni budaya mencerminkan identitas suatu masyarakat. Dalam konteks SMK/SMA, memahami seni budaya
membuka pintu pada pemahaman yang lebih dalam tentang warisan lokal dan nasional. Tradisi, seni rupa, musik,
dan tarian lokal menjadi jendela yang mengungkap sejarah dan karakter masyarakat setempat.
Pokok Bahasan
Menurut Merryl Goldberg (1999) pendidikan seni amat penting dalam pendidikan karena memiliki kekuatan
dalam pendidikan untuk seni, pendidikan dengan seni dan pendidikan melalui seni.Pendidikan dengan dan melalui
seni untukberbagai bidang ilmu telah terbukti meningkatkan proses pembelajaran yang menyenangkan sehingga
hasil yang diperoleh menjadi lebih optimal. Peran pendidikan seni sebagai media atau wahana di segala jenjang dan
jenis bidang ilmu dapat berperan tidak hanya membentuk manusia memiliki sensivitas, kreativitas
estetis, intuitif dan kritis terhadap lingkungannya tetap juga dapat mengembangkan potensi dasar mereka dalam
belajar untuk mencapai hasil yang optimal (dalam Wardani, C.K., 2011).
Pendidikan Karakter melalui Seni Budaya,Seni Teater bukan hanya mengenai ekspresi artistik, tetapi juga tentang
nilai-nilai dan moralitas. Cerita rakyat, drama, dan seni visual sering kali menyampaikan pesan etika dan moral
yang dapat membentuk karakter siswa. Integrasi seni budaya dalam kurikulum membantu mendukung
pembentukan karakter yang positif.
Seni Teater sebagai Alat Pembelajaran Interaktif .Seni budaya mencakup berbagai bentuk, termasuk seni rupa,
musik, teater, sastra, dan masih banyak lagi. Dengan memasukkan seni budaya ke dalam kurikulum, guru dapat
menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih interaktif. Misalnya, siswa dapat belajar tentang sejarah
melalui lukisan atau memahami nilai-nilai sosial melalui pertunjukan teater.Pengembangan Kreativitas dan
Kemampuan Berpikir Kritis
Seni Teater mendorong siswa untuk berpikir kreatif dan kritis. Proses penciptaan seni melibatkan pengambilan
keputusan, eksplorasi ide, dan pemecahan masalah. Ini tidak hanya menghasilkan karya seni yang indah tetapi
juga melatih keterampilan berpikir yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.
Mengatasi Stereotip dan Mempromosikan Keberagaman seni budaya dapat menjadi kekuatan untuk mengatasi
stereotip dan mempromosikan keberagaman. Melalui ekspresi seni, siswa dapat menghargai dan merayakan
perbedaan budaya, menghilangkan prasangka, dan membangun pemahaman yang lebih dalam tentang
keberagaman manusia.
Keberlanjutan Warisan Budaya Melalui Seni Teater Warisan Kearifan lokal dapat hidup terus melalui seni budaya.
Dalam proses pembelajaran Seni Teater , siswa dapat menjadi agen pelestarian dan pengembangan warisan lokal
mereka. Ini menciptakan hubungan yang lebih kuat antara generasi muda dan tradisi yang berharga.
1. Peran Pendidikan Seni Budaya Teater:
Menjelaskan peran seni teater sebagai alat efektif dalam pembangunan karakter siswa di SMK/SMA.
Pendekatan Keberagaman:
Menyoroti bagaimana pendekatan keberagaman dalam pembelajaran teater dapat menghargai perbedaan
individual dan budaya siswa.
2. Pengembangan Kreativitas:
Menunjukkan bagaimana kreativitas dalam pembelajaran teater mendorong siswa untuk berpikir inovatif,
memecahkan masalah, dan bekerja sama.
3. Kolaborasi dan Pengalaman Langsung:
Menggambarkan betapa proses kolaboratif di dalam kelas teater memberikan pengalaman langsung yang
memperkaya pengembangan karakter siswa.
4. Manfaat Pembelajaran Teater:
Mengidentifikasi manfaat pembelajaran seni teater dalam meningkatkan empati, pemahaman keberagaman, dan
keterampilan interpersonal siswa.
5. Relevansi Pendidikan Seni Budaya Teater:
Menekankan relevansi pendidikan seni teater dalam membentuk karakter holistik siswa di tingkat SMK/SMA.
6. Rekomendasi dan Implikasi:
Mengajukan rekomendasi terkait pengembangan pendidikan seni teater di sekolah, serta implikasi bagi kebijakan
pendidikan.
Dengan fokus pada aspek-aspek ini, abstrak dan kesimpulan memberikan gambaran keseluruhan tentang
bagaimana pendidikan seni budaya teater dapat menjadi instrumen yang efektif dalam pembangunan karakter
siswa di sekolah menengah.
Kata Kunci : Warisan Budaya Melalui Seni Teater
Seni Budaya khususnya Seni Teater dapat Meningkatan Soft Skills seperti komunikasi, kolaborasi, dan
kepemimpinan penting dalam kehidupan. Proyek seni budaya yang melibatkan kerjasama kelompok, presentasi
publik, dan kepemimpinan dalam menciptakan karya seni dapat menjadi sarana yang efektif untuk
mengembangkan keterampilan ini. Integrasi Teknologi dalam Seni Budaya
Teknologi juga dapat diperkenalkan dalam pembelajaran seni budaya. Siswa dapat menggunakan perangkat lunak
desain grafis, aplikasi musik, atau teknologi virtual reality untuk menciptakan dan mengapresiasi seni budaya. Hal
ini membuka peluang baru dalam memahami dan mengekspresikan seni budaya.
Pengukuran Keberhasilan Integrasi Seni Budaya,Untuk menilai keberhasilan integrasi seni budaya di SMK/SMA,
dapat digunakan berbagai metode evaluasi:
Penilaian Kinerja:
Melibatkan siswa dalam menciptakan karya seni atau pertunjukan dan menilai hasil kreativitas mereka.
Portofolio Seni:
Mengumpulkan karya seni siswa dalam portofolio untuk melihat perkembangan dan variasi ekspresi seni mereka.
Pameran dan Pertunjukan:
Mengadakan pameran seni atau pertunjukan sebagai bentuk evaluasi terbuka kepada masyarakat sekolah.
Kesimpulan
Pembangunan karakter di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Menengah Atas (SMA),
Pendidikan Seni Budaya Teater membuktikan diri sebagai alat yang efektif. Melalui pendekatan yang
menggabungkan keberagaman dan kreativitas, seni teater bukan hanya memberikan pengetahuan artistik, tetapi
juga memberdayakan siswa untuk tumbuh sebagai individu yang tangguh dan berdaya.
Implementasi Pendidikan Seni Budaya Teater di SMK/SMA melibatkan proses kolaboratif yang mempromosikan
penghargaan terhadap keberagaman. Siswa belajar untuk menghormati perbedaan, memahami latar belakang
budaya, dan meningkatkan empati melalui interpretasi karakter dan cerita yang beragam. Proses kreatif dalam
pementasan teater tidak hanya mengembangkan keterampilan artistik, tetapi juga merangsang pemikiran kritis,
inovasi, dan kemampuan pemecahan masalah.
Selain itu, pengalaman langsung dalam pementasan teater memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengasah
keterampilan interpersonal, komunikasi, dan kepemimpinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan
Seni Budaya Teater dapat menjadi landasan yang kokoh untuk membentuk karakter siswa secara holistik.
Kesimpulan ini menyoroti pentingnya memperkuat peran seni teater dalam kurikulum pendidikan di tingkat
menengah dan memberikan saran bagi pengambil kebijakan pendidikan untuk mendukung dan meningkatkan
keberlanjutan pendidikan seni teater sebagai bagian integral dari upaya pembangunan karakter di
sekolah.Membangun Masyarakat Sekolah yang Berbudaya Integrasi seni budaya di SMK/SMA bukan hanya
tentang menciptakan seniman masa depan, melainkan membentuk individu yang berwawasan luas, kreatif, dan
berpengetahuan tentang warisan budaya mereka. Ini melibatkan guru
yang berdedikasi, kurikulum yang terintegrasi, dan dukungan dari pihak sekolah dan pemerintah. Melalui seni
budaya, sekolah menengah dapat menjadi tempat yang mendorong kreativitas, menghargai keberagaman, dan
membentuk generasi muda yang siap menghadapi kompleksitas dunia modern.
Kata Kunci : Implementasi Pendidikan Seni Budaya Teater
Daftar Pustaka
– Koesoema A, Doni. (2011). Pendidikan
Karakter : Strategi Mendidik Anak di
Zaman Global. Jakarta: PT.Gramedia.
– Anna Marie, dkk. (2012). Pembentukan
Karakter Berbasis Pendidikan Seni dan Budaya Tingkat Sekolah Dasar
di Kota Malang, Jawa Timur.Laboratorium Antropologi Untuk
Riset dan Aksi (LAURA) Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB)
Yogyakarta. (Online), (https://www.researchgate.net/public ation/278022355) diakses 17 Januari 2019.
– Wasisto, Broto. (2005). Pedoman Kampanye Hidup Rukun dalam Kemajemukan, dalam Character
Building : Bagaimana Mendidik Anak Berkarakter. Yogyakarta: TiaraWacana.












Komentar