Penulis : Hesti Susasih, S.Pd/Seni Budaya, SMA Negeri 20 Tebo
MENINGKATKAN KREATIVITAS SENI TARI KREASI CERITA RAKYAT TEBO (TARI TUNGGUL BUTO) DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING
ZONALAMPUNG.CO – Senin (10/01/2022), A. Pendahuluan
1.1 Seni Tari
Seni tari merupakan perwujudan dari ekspresi artistik yang disampaikan
melalui gerakan tubuh dengan menggunakan ritmis dan kerap kali
diiringi dengan alunan musik ataupun teatrikal (Sutopo et all, 2018).
Menurut Aziz, A (2021) Seni tari sendiri sudah menjadi bagian dari
budaya manusia bahkan telah menjadi sejarah tersendiri. Setiap budaya
yang terkandung dalam seni tari memiliki nilai-nilai, tradisi dan
mencerminkan cerita unik sesuai dengan daerah asalnya (Sari et all,
2023). Bahkan menurut Yuliza (2022) seni tari juga mengandung nilai
budaya memiliki gaya dan teknik yang mewakili berbagai nilai serta
memilik makna sakral.
1.2 Seni Tari Kreasi
Salah satu jenis seni tari yang sering dijumpai yaitu seni tari kreasi.
Menurut Widnyana et all (2022) Seni tari kreasi mencakup aspek kreatif
melalui eksperimen dan tentunya inovatif. Gerakan pada seni tari kreasi
diciptakan dengan memadukan unsur-unsur inovatif yang tak terbatas
pada aturan maupun tradisi yang ketat (Khair, 2021). Tari kreasi terkesan
memberikan kebebasan bagi koreografer maupun penari dalam
menciptakan, mengeksplorasi dan menyampaikan pesan yang dibawa
dalam tarian melalui gerakan yang personal dan unik (Asturi, 2021).
Oleh sebab itu pada seni tari kreasi tidak hanya menuntut koreografer
harus memiliki kreativitas yang tinggi tetapi sang penari pun haruslah
memili jiwa kreativitas tinggi.
1.3 Kreativitas Seni Tari
Kreativitas dalam seni tari tidak hanya mencakup pada proses
menciptakan serta mengekspresikan ide yang unik yang tersampaikan
melalui gerakan tubuh namun juga kreativitas dalam penataan musik,
ruang dan unsur seni lainnya (Hidayah, 2023). menurut Pamungkas,
Ristyawati (2020) Kreativitas dalam seni tari terdiri dari penciptaan
inovatif, eksplorasi ide dan emosi secara mendalam yang kemudian
disajikan dalam bentuk gerakan tubuh yang dinamis. Koreografer
haruslah dapat mengeksplorasi gerakan tari dengan menjelajahi teknik
gerakan tubuh dan menggabungkannya dengan dinamika ruang, ritme
serta penguasaan ruang sehingga tercipta suatu gerakan yang unik dan
belum ada sebelumnya (Regina, 2023). dalam eksplorasi gerakan tari ini
sangat diperlukan pemahaman tentang interpretasi musik teknik tari,
pencahayaan dan setting panggung (Rochayati, 2023).
1.4 Tari Kreasi Cerita Rakyat Tebo (Tari Tunggul Buto)
Tari kreasi Tunggul Buto merupakan sebuah bentuk seni tari yang
terinspirasi dari cerita rakyat yang menjadi tradisi masyarakat Tebo.
Tarian Tunggul Buto memiliki cerita yang bermakna tertentu di setiap
gerakan-gerakan tubuh dan ekspresi penarinya. Dikutip dari
https://jamberita.com/read/2021/11/02/5970644/situs-tunggul-buto-
kabupaten-tebo/ mengatakan bahwa situs Tunggul Buto merupakan
kerajaan selain manusia atau jin. Banyak orang pintar yang mendatangi
situs Tunggul Buto tersebut dengan niat untuk menguji kesaktiannya.
Dipercaya pula apabila orang biasa yang mendatangi Tunggul Buto dan
melakukan kesalahan maka akan berakibat demam atau sakit selama
tujuh hari tujuh malam. Cerita rakyat inilah yang kemudian diangkat
menjadi ide kreatif dan dituangkan melalui gerakan tubuh yang terdapat
dalam tari kreasi rakyat Tebo yaitu tari Tunggul Buto.
1.5 Project Based Learning (PJBL)
Project Based Learning adalah model pembelajaran yang menerapkan
pengetahuan dan keterampilan yang ditekankan melalui proyek maupun
praktik (Amelia, N., & Aisya, N., 2021). Menurut Yuniarti (2021) dalam
PJBL siswa dituntut berperan aktif dan terlibat dalam proses tantangan
nyata yang membutuhkan kolaboratif dalam pemecahan masalah yang
diberikan dalam proyek. Tujuan dari PJBL ini yaitu agar siswa mampu
memberikan solusi konkret dalam proyek yang diberikan.
Menurut Nendra et all, (2022) Pembelajaran berbasis proyek (PJBL)
sangat cocok untuk diterapkan dalam konteks seni tari. Model ini
memberikan kesempatan kepada siswa ikut serta dalam mengeksplorasi
kreativitas, kolaboratif dan mengembangkan keterampilan tari (Hera,
2023). Menurut Sustiawati, N. L., & Mudiasih, N. W. (2022) Siswa juga
dapat memiliki pengalaman pembelajaran seni tari yang mendalam dan
kontekstual pada model pembelajaran ini.
B. Metode
Dalam penelitian ini dilakukan pada siswa kelas E Merdeka-1 yang
berjumlah 21 siswa di SMAN 20 Tebo pada bulan Januari 2024 dengan
menggunakan model Project Based Learning (PJBL). Adapun langkah-
langkah PJBL yang dilakukan yaitu;
1. Memberikan masalah yang kompleks kepada masing-masing siswa.
2. Merencanakan cara yang akan di lakukan untuk membuat proyek.
3. Menyusun jadwal pembuatan proyek.
4. Melakukan investigasi proyek yang dirancang.
5. Memonitor kemajuan proyek.
6. Mempresentasikan proyek yang dibuat.
7. Penilaian proyek.
8. Evaluasi proyek.
Secara garis besar siswa dipersiapkan untuk menciptakan gerakan tari
berdasarkan cerita rakyat Tebo yaitu Tunggul Buto. Setiap siswa berperan
aktif dalam menciptakan gerakan, memilih musik, dan mengatur
penggunaan ruang dan tentunya hal tersebut dibimbing dalam pengawasan
guru.
C. Hasil dan Pembahasan
Setelah menggunakan model pembelajaran Project Based Learning,
Kemampuan kreativitas siswa dalam pembelajaran seni tari kreasi sangat
meningkat. Dari 21 siswa hanya 5% siswa yang kurang memahami dan
kurang antusias dalam pembelajaran seni tari kreasi.
D. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dalam penelitian ini yaitu seni tari merupakan bentuk
ekspresi artistik yang dituangkan melalui gerakan tubuh yang ritmis. Salah
satu cabang dari seni tari yaitu seni tari kreasi. Seni tari kreasi merupakan
seni tari yang terdapat aspek kreatif secara eksperimen dan inovatif. Seni
Tari Kreasi menuntut koreografer dan penari memiliki kreativitas dalam
menciptakan gerakan serta memahami tentang teknik gerak, musik serta
penataan panggung. Dalam seni tari kreasi syarat akan nilai-nilai budaya
dan tradisi yang diangkat dari masing-masing daerahnya. Salah satunya
yaitu tari kreasi rakyat Tebo ( Tari Tunggul Buto). Dalam pembelajaran seni
tari sangat cocok untuk mengaplikasikan model pembelajaran project based
learning karena siswa secara aktif dapat terlibat dalam proses penemuan
solusi dan pemecahan masalah yang diberikan.
E. Saran
Adapun saran yang diberikan kepada pembaca yaitu agar dapat menambah
jenis tari kreasi yang akan diteliti. Pembaca juga dapat mengolaborasikan
seni tari kreasi dengan model pembelajaran lainnya.
F. Ucapan Terima kasih
1. Terima kasih kepada kepala SMA Negeri 20 Tebo ibu Suci
Hervina,S.Pd,. M.Pd yang telah memberikan izin kepada peneliti untuk
melakukan penelitian disekolahnya.
2. Terima kasih kepada kelas E Merdeka 1 yang telah berpartisipasi dalam
penelitian ini.
3. Terima kasih kepada guru dan teman sejawat yang telah membantu
peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini.
Daftar Pustaka
Amelia, N., & Aisya, N. (2021). Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based
Learning) Dan Penerapannya Pada Anak Usia Dini Di Tk It Al-Farabi. Buhuts Al
Athfal: Jurnal Pendidikan Dan Anak Usia Dini, 1(2), 181-199.
Asturi, Fuji (2021) Sumbang Duo Baleh: Tolak Ukur Etika Gerak Tari. In: Sumbang Duo
Baleh: Tolak Ukur Etika Gerak Tari. Rajagrafindo Persada, Depok, Pp. 1-147.
Isbn 978-623-231-906-6
Azis, A. (2021). Tari Simo Gringsing, Sebuah Upaya Melestarikan Kearifan Lokal Sebagai
Media Pembelajaran Seni Tari Di Kabupaten Batang. Educational: Jurnal
Inovasi Pendidikan & Pengajaran, 1(1), 69-83.
Hera, T. (2023, June). Pendidikan Seni Berbasis Masyarakat: Sebuah Pewarisan, Apresiasi,
Arena Ekspresi Kreatif. In Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana (Vol. 6,
No. 1, Pp. 831-839).
Hidayah, E. N. (2023). Pembelajaran Tari Kreatif Untuk Penciptaan Karya Tari Pada Anak
Berkebutuhan Khusus Di Slb 3 Pgri Cluring Kabupaten Banyuwangi. Journal Of
Syntax Literate, 8(7).
Khair, I. (2021). Sejarah Seni Pertunjukan: Penciptaan Dan Perkembangan Seni Tari Di
Sulawesi Selatan 1960-2000-An (Doctoral Dissertation, Universitas
Hasanuddin).
Nendra Pratama, Ujang And Kurnia, Imam (2022) Implementasi Project Based Learning
Untuk Meningkatkan Kopetensi Penulisan Ilmiah Seni Budaya. Project Report.
Lembaga Penelitian Isi Yogyakarta, Yogyakarta.
Pamungkas, Ristyawati (2020) Penciptaan Karya Tari Dekadensi. S1 Thesis, Insitut Seni
Indonesia (Isi) Surakarta
Regina, B. D. (2023). Kajian Seni Budaya Sekolah Dasar (Pengantar Apresiasi Seni Tari,
Drama, Musik Dan Rupa). Ummpress.
Rochayati, R. (2023, June). Pendidikan Seni Tari: Proses Kreatif Tari Kreasi Yang Berpijak
Pada Tradisi Berdasarkan Unsur-Unsur Pendukung. In Prosiding Seminar
Nasional Pascasarjana (Vol. 6, No. 1, Pp. 702-710).
Sari, A. W., Putri, D. A., & Chaniago, N. Z. (2023). Tata Rias Dan Busana Dalam Tari
Sambut Sri Maharaja Ligor. Jipmor: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan
Humaniora, 1(2), 69-78.
Sustiawati, N. L., & Mudiasih, N. W. (2022). Penciptaan Karya Seni Tari Melalui Model
Pembelajaran Project Based Learning (Pjbl) Berorientasi Science Technology,
Engeenering, Art, And Math (Steam) Sebagai Upaya Menjaga Eksistensi
Kearifan Lokal Masyarakat. Widyadharma: Prosiding Pendidikan Seni Drama,
Tari, Dan Musik, 1(1), 91-100.
Sutopo, Bakti And Hendriyanto, Agoes And Mustofa, Arif (2018) Kethek Ogleng :
Kesenian Monumental Asli Tanah Pacitan. Lembaga Ladang Kata,
Yogyakarta. Isbn 978-602-6541-90-1
Widnyana, P. W., Padmini, T. I. P., & Sriwahyuni, N. K. (2022). Tari Bebotoh Dari Karakter
Seorang Pejudi Sabung Ayam Dalam Bentuk Tari Rakyat. Jurnal Igel: Journal
Of Dance, 2(2), 63-68.
Yuliza, F. (2022). Makna Tari Kontemporer Barangan Karya Otniel Tasman: Suatu
Tinjauan Semiotika Tari. Bercadik: Jurnal Pengkajian Dan Penciptaan
Seni, 5(2), 83-97.
Yuniarti, Y. (2021). Project Based Learning Sebagai Model Pembelajaran Teks Anekdot
Pada Siswa Sma. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 9(2), 73-81.








Komentar