Kolaborasi Dosen Politeknik Negeri Lampung dan Petani Wiyono Wujudkan Budidaya Kakao Berkelanjutan

zonalampung.co.id, Pesawaran – Upaya meningkatkan produktivitas kakao sekaligus menjaga kelestarian lingkungan terus dilakukan oleh masyarakat Desa Wiyono, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, petani kakao yang tergabung dalam Kelompok Tani Penangkar 9 mendapatkan pendampingan dan pelatihan mengenai optimalisasi budidaya kakao melalui pemanfaatan pupuk organik cair (POC) dan herbisida nabati berbasis limbah lokal.

Program ini dipimpin oleh Kresna Shifa Usodri, S.P., M.Si., bersama sejumlah dosen lintas program studi, beberapa mahasiswa, dan Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) Polinela. Beberapa dosen dan PLP yang terlibat dalam program ini antara lain; Ir. Made Same, M.P., Ir. Albertus Sudirman, M.P., Supriyanto, S.P., M.Si., Husna, S.P., M.P., AH. Maftuh Hafidh Zuhdi, S.P., M.Si., Dian Latifathul Mar’ah, S.P., M.P., Putri Mariska Fahmi, S.P., M.P., Yasir Arifin, A.Md., dan Vitri Meilawati, A.Md.P.

Desa Wiyono dikenal memiliki potensi agroekologi yang sesuai untuk pengembangan tanaman kakao. Namun, produktivitas kakao di wilayah ini masih belum optimal akibat keterbatasan penerapan teknologi budidaya berkelanjutan, ketergantungan pada pupuk dan herbisida kimia, serta belum optimalnya pemanfaatan limbah pertanian seperti kulit kakao dan batang pisang.

Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan pada 20 Desember 2025 ini diikuti oleh 35 petani kakao. Petani dibekali pengetahuan dan keterampilan mengolah limbah pertanian lokal menjadi pupuk organik cair serta memanfaatkan bahan alami seperti daun ketapang sebagai herbisida nabati ramah lingkungan. Kegiatan berlangsung interaktif melalui penyuluhan, diskusi, dan praktik langsung.

Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme dan respon positif dari para petani. Penerapan pupuk organik cair berbasis limbah lokal terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman kakao, ditandai dengan daun yang lebih hijau dan pertumbuhan tunas yang lebih baik. Sementara itu, penggunaan herbisida nabati mampu menekan pertumbuhan gulma tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap tanah dan lingkungan.

Selain manfaat agronomis, kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi dan lingkungan. Pemanfaatan limbah pertanian membantu menekan biaya produksi, mengurangi ketergantungan pada input kimia, serta mengurangi potensi pencemaran lingkungan. Petani juga semakin menyadari pentingnya praktik pertanian yang berkelanjutan dan berbasis sumber daya lokal.

Melalui kegiatan ini, diharapkan petani kakao di Desa Wiyono dapat menerapkan teknologi yang telah diperkenalkan secara berkelanjutan dan menularkannya kepada petani lain di sekitarnya. Ke depan, pendampingan lanjutan dan penguatan kapasitas petani menjadi kunci agar inovasi berbasis limbah lokal ini dapat terus berkembang dan mendukung peningkatan kesejahteraan petani kakao di Kabupaten Pesawaran.

Komentar