Kemarau, 271 Hektare Sawah di Lambar Terancam Gagal Panen

 

Liwa, (ZL) – Akibat Kekeringan, ratusan hektare sawah yang tersebar di dua Kecamatan, yakni Suoh dan Bandar Negeri Suoh (BNS) Kabupaten Lampung Barat terancam gagal panen.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Lampung Barat melalui Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Onni Violetta Saragi mengatakan Fenomena Elnino yang terjadi sejak beberapa bulan lalu berimbas kekeringan di sejumlah daerah yang ada di Lampung Barat.

” Kekeringan ini berdampak langsung padi pemilik lahan pertanian khususnya petani padi sawah, selain hasil yang kurang maksimal, dampak kemarau yang terjadi berpotensi gagal panen, ” Jelas onni kepada wartawan (24/10).

Onni mengatakan, terdapat dua kecamatan yang terdampak paling parah kekeringan, yakni Kecamatan Suoh dan Kecamatan Bandar Negeri Suoh.

Dari dua Kecamatan yang menjadi lumbung padi di lampung barat ini, sedikitnya ada 271 hektare lahan persawahan yang mengalami kekurangan pasokan air hingga kekeringan. Kondisi ini tentunya berpotensi pada penurunan hasil panen padi kali ini.

Onni mengatakan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, Melalui dinas terkait telah berupaya membantu petani dengan memberikan bantuan pangan atau beras kepada petani yang terdampak kekeringan di kecamatan Suoh dan BNS.

” Sejauh ini hanya Kecamatan Suoh dan BNS yang mengalami Kekeringan, Kecamatan lainnya seperti Sukau yang menjadi lumbung padi sejauh ini pasokan air masih tercukupi dan belum ada laporan kerusakan akibat dampak elnino, ” kata Onni.

Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura berharap kemarau dan fenomena elnino segera berakhir dan petani bisa kembali dapat menggarap lahan pertaniannya agar sirklus pertanian di Lampung Barat kembali normal. (*)

Komentar

Berita Terkait