LAMPUNGTENGAH. ZL – Viral di media sosial, warga Kampung Gunung Agung Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah, Pergoki timbunan puluhan ton beras dan bantuan sembako yang diduga diperjual belikan oleh oknum kepala Kampung.
Dugaan aksi jual beli bantuan pangan dari kementrian tersebut bermula dari kecurigaan warga Gunung Agung yang melihat sejumlah kendaraan besar memindahkan logistik bantuan dari balai kampung setempat.
Deki Suhendra selaku warga Gunung Agung yang juga sekaligus saksi mata di lokasi mengatakan, dia melihat ratusan karung beras 10 kg bantuan sosial diangkut mobil truck pada Senin (27/01/2025).
“Kami (warga) semua tahu kalo bantuan itu ada banyak sekali, dan kami malam itu merasa curiga sekitar jam 7 beras-beras tersebut diangkut lagi secara diam-diam tanpa memberitahukan warga” ucap Deki Suhendra.
Bermula dari kecurigaan tersebut, Deki dan sejumlah warga mengikuti truck tersebut hingga diperhentian di salah satu pondok pesantren di Kampung Mulya, Kabupaten Tulang Bawang Barat. pada hari Rabu (29/1/2025).

Deki dan sejumlah warga meyakini beras bansos tersebut diperjual belikan oleh oknum kepala kampung demi keuntungan pribadi tanpa memperdulikan masyarakatnya.
Menurut dari keterangan pondok pesantren, pihaknya telah membeli beras tersebut dari Sukardi dengan 1 karung berasnya seharga Rp 90 ribu.
“Disana kami menemukan ada 400 karung beras seberat 4 ton yang katanya sudah dibeli oleh pihak pondok pesantren senilai Rp 36 Juta,” ujar Deki.
Kembali menegaskan, Deki menyampaikan sudah 4 kali bantuan yang ada dikampungnya tidak pernah tepat sasaran, dimana bantuan tersebut seharusnya diperuntukkan bagi warga kurang mampu tetapi tidak jelas larinya kemana.
Dirinya berharap bantuan sosial yang bertujuan membantu masyarakat kecil tidak disalah gunakan oleh oknum yang tidak bermoral dan hanya mementingkan keuntungan pribadi.
Selain itu, Deki dan warga kampung Gunung Agung berharap pihak penegak hukum bisa bertindak cepat dan tegas dalam mengusut pelanggaran yang tidak bermoral dan sangat jelas merugikan masyarakat kecil.
“Saya berharap kejadian tidak bermoral seperti ini tidak terjadi di lagi khususnya di Lampung Tengah, karena dengan bantuan tersebut ada banyak warga kecil yang merasa sangat terbantu,” bebernya. (nvl)











Komentar