zonalampung.co – Tiba dirumah duka, Jenazah almarhum Pratu Dwi Akbar Utomo, disambut haru dan bangga dari orang tua dan masyarakat Lampung Tengah, Minggu, (20/09).
Sebelumnya, Sabtu, (19/09) dikabarkan telah terjadi kontak senjata antara prajurit TNI dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Pos Koramil Persiapan Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.
Dari kejadian kontak senjata tersebut terkonfirmasi mengakibatkan gugurnya salah satu personel Atper yaitu Pratu Dwi Akbar Utomo, yang merupakan warga Kampung Terbanggi Agung, Kecamatan Gunung Sugih, Lamteng.
Mendengar kabar duka tersebut, Nessy Kalviya Mustafa, segera hadir di rumah duka, Saat itu, ia menemui keluarga almarhum untuk menyampaikan ucapan duka cita.
“Kami turut berduka cita atas gugurnya salah satu pahlawan bangsa yang mengharumkan nama Kabupaten Lampung Tengah ini. Kami bangga atas apa yang dilaksanakan demi tugas bangsa. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah,” ucap Nessy Mustafa.
Kepada keluarga yang ditinggalkan, Nessy menyampaikan semoga diberi kesabaran dan menerima cobaan dengan lapang dada.
“Yang pasti beliau (Dwi Akbar Utomo) ini adalah pahlawan Lampung Tengah yang berbakti pada negara. Semoga Almarhum Husnul Khotimah, Semua pengorbanan beliau dicatat oleh Allah SWT sebagai Jihad di Jalan Allah dalam membela NKRI, dan semoga keluarga yg ditinggalkan diberi kekuatan, kesabaran dan ketabahan. Aamiiin Ya Rabb,” tutup Nessy.
ditempat yang sama, Purnawirawan Peltu Parni, selaku orang tua almarhum (Dwi Akbar Utomo), mengaku sangat bangga atas perjuangan anaknya yang gugur dalam bertugas menjaga keutuhan NKRI.
“Saya sangat bangga, Semoga arwah almarhum bisa di terima di sisi nya. Dan ini bisa menjadi contoh bagi generasi yang akan datang,” jelas Parni.
Semasa hidupnya, Pratu Dwi Akbar Utomo dikenal sebagai sosok yang ramah dan patuh kepada kedua orang tuanya, hal tersebut diungkapkan Peltu Parni yang selalu ingat ketika anaknya itu akan pergi bertugas tidak pernah lupa untuk meminta restu dan doa dari kedua orang tuanya.
“Dia selalu meminta doa dan restu kepada saya dan ibunya. Kalau Dia mau berangkat bertugas, Dan terakhir dia meminta supaya tugas yang ia laksanakan disana dapat terima dengan baik. Saya bangga putra kami meninggal karena mengabdi pada Negara Republik Indonesia,” tutup Parni. (nvl)







Komentar