Liwa, (ZL) – Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler tahun 2020 di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 (SMPN 2) Liwa Lampung Barat disejumlah komponen diduga Fiktif, pasalnya pada tahun lalu, kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di indonesia di tiadakan dan dilaksankan pembelajaran melalui daring (belajar online).
Namun yang terjadi di SMPN 2 Liwa, Justru muncul laporan penggunaan Dana Operasional Sekolah yang menimbulkan sejumlah pertanyaan, sebab di masa pandemi covid -19, PTM ditiadakan namun ada laporan penggunaan anggaran Kegiatan sekolah yang tidak masuk akal, seperti anggaran untuk pembelajaran dan ekstrakulikuler yang menelan anggaran puluhan juta .
Tamzir, Selaku Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 2 Liwa menegaskan Kepada Awak Media saat di konfirmasi pada rabu (13/10) kemarin, bahwa di tahun 2020 lalu, kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMPN 2 ditiadakan ,termasuk kegiatan pembelajaran Ekstrakulikuler.
Pernyataan kepala sekolah SMPN 2 Justru bertolak belakang dengan laporan data rekapitulasi penggunaan dana BOS yang dimiliki Awak media, pada tahun 2020 sekolah itu menggelontorkan anggaran sebesar Rp 27.000.000 lebih untuk pembelajaran ekstrakulikuler.
Padahal secara tegas dihadapan sejumlah wartawan Tamzir mengatakan Kegiatan ekstrakulikuler di sekolah yang ia pimpin ditiadakan, ketika Awak media mencoba menanyakan kebenaran terkait data penggunaan Dana BOS yang dimiliki, bahwa ada anggaran yang di gelontorkan pembelajaran ekstrakulikuler Tamzir merasa kaget, dan tak mampu menjawab secara rinci, lalu ia memanggil bendahara untuk menjelaskan penggunaan dana ekstrakulikuler kepada awak media.

Namun, di konfirmasi di tempat yang sama, Bendahara SMPN 2 Liwa berdalih penyaluran BOS untuk kegiatan pembelajaran ekstrakulikuler di sekolah itu dialihkan untuk membeli alat peraga ekskul seperti, smartphone, aksesoris perlengkapan upacara bendera, perlengkapan pramuka, perlengkapan olahraga dan alat kesenian.
Sayangnya, ketika diminta untuk menunjukan keberadaan alat-alat peraga tersebut, Bendahara SMP Negeri 2 berusaha menutupi dengan berbagai alasan, ” penyaluran dana BOS untuk kegiatan ekstrakulikuler adalah untuk membeli beberapa perlengkapan berupa smartphone dan alat peraga upacara, perlengkapan pramuka, olahraga dan kesenian. Tapi kami tidak bisa menunjukan alat-alat tersebut,” ungkapnya.
Adapun jumlah dana BOS Bantuan Operasional Sekolah yang diterima SMPN 2 Liwa, pada tahun 2020 sebesar Rp. 468.930.000,- dengan rincian sebagai berikut :
Pada Tahap 1 SMPN 2 Liwa mendapatkan kucuran dana sebesar Rp 141.570.000, Tahap 2 Rp 188.760.000, dan di Tahap 3 sebanyak Rp 138.600.000.
Disinyalir ada beberapa komponen penyaluran dana BOS pada tahun 2020 tidak diyakini kebenarannya, sehubungan Siswa/Siswi masih belajar Daring (online).
Seperti komponen No 3 Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakulikuler pada
Tahap 1 SMPN 2 Liwa tidak ada laporan penggunaan.di tahap ke -2 sebesar Rp 18.919.000, dan di tahap ke-3 sebesar Rp. 8.600.000,-.
Selain komponen No 3 ada di
komponen No 5. Administrasi kegiatan sekolah pada Tahap 1 juga tidak ada laporan rekapitulasi penggunaan dari pihak sekolah. di tahap 2 Rp 116.958.000, – Tahap 3 Rp 55.914.000
Anehnya saat belajar daring (online), justru Penggunaan Dana Bos untuk biaya Administrasi kegiatan sekolah, SMPN 2 Liwa juga justru lebih besar dibandingkan saat siswa belajar tatap muka.
Selain itu juga, Komponen 8 : perawatan sarana dan prasarana sekolah pada tahun 2020 SMPN 2 Liwa juga patut dipertanyakan, sebab di tahap 1 tidak ada laporan penggunaan anggaran, sementara sekolah ini pada Tahap 2 dan tahap 3 menganggarkan sebesar Rp 26.125.000 dan Rp 19.240.000 untuk perawatan sarpras sekolah. (Agus/Tim)










Komentar